Rabu, 25 September 2013

Aku Sudah Biasa

Aku sudah biasa.

Menangis bahagia, melihatnya dengan segala angan dikepala.
Sesekali tersenyum mengimajinasi sosoknya yang tak bisa terjamah walau dia nyata.
Merenungkan diri menganggap apalah artiku untuknya, dan dimana keberadaanku dihatinya.
Menangis terisak saat aku tersudut disalahkan oleh perasaan yang menggebu karena ingin memilikinya.

Aku sudah biasa.

Mengulas lagi perbincangan tidak penting antara kita.
Menerawang tawanya yang aku tidak pernah tau apa artinya.
Memandang diam diam seakan aku tidak akan pernah memilikinya, selamanya.

Sudah terlalu biasa.

Aku menjerit membungkam mulut, meneriakkan apa yang aku rasa.
Ingin menertawakan kebodohanku, ketika aku terlalu dalam bercinta dengan imajinasiku untuk sekedar mempunyai ikatan lebih dari sebelumnya.
Menertawakan takdir ketika aku dipertemukan dengannya.

Oh, ini sudah terlalu biasa untukku.

Mengaguminya, sekedar memuja sosoknya.
Menanti lebih dari pengharapan yang ada di otakku.
Menunggu dia mencintaiku lebih dari yang aku tau.

Dan ternyata, selama ini aku sudah terbiasa...
Dihempaskan dan diacuhkan oleh keadaan. Dan juga olehnya.





 Terimakasih, 
  :)




Jumat, 16 Agustus 2013

Tersenyumlah untuk takdir Tuhan :)

ngg..

Hai,
Rasanya baru kemarin memilih, dan baru kemarin share disini tentang pilihan.
Dan sekarang emang harus memilih lagi. Dan ini keputusan.

Bukannya mau bilang Tuhan itu jahat, tapi sakit yang diberikan Tuhan pada manusia emang kadang sebanding sama bahagianya. Ketika manusia bisa bahagia banget, manusia juga bisa ngrasain sakit yang banget juga. Balance.
Tuhan itu baik, percayalah...
Apapun jalan pikiran kita, Tuhan tau, dan dengan pilihan kita Tuhan menggariskan takdir mana yang harus kita tempuh. Memilih meninggalkan dia yang kamu cinta, misalnya.


Saat sudah percaya pada orang yang kamu cinta, kemudian merelakan dia pergi karena orang lain memang menyakitkan. Bukan, bukan sakit yang biasa. Sakit yang dimana kamu ngga akan bisa mengungkapkan dengan cacian atau kegalauan.
Nikmatin...
Senyumin...

Ya, saat dimana kamu keluar dari comfort zone, kamu akan ngerasa jauh berbeda. Asing, dan sangat amat yakin itu bukan dirimu. Tapi Selamat ! Kamu Hebat !
Demikian juga aku, keluar dari zona nyaman sangatlah berat, apalagi lagi bahagia bahagianya. Kembali lagi, mari kita memilih. Kebahagiaan dan senyuman untuk dia. 
Tersenyumlah, karena itu akan membuatnya nyaman tanpa harus memilikimu seutuhnya.
Tersenyumlah demi kebahagiaanmu dan dia dimasa yang akan datang.
Tersenyumlah untuk takdir Tuhan yang digariskan sebagaimana mestinya.

Bye Cancer :)

Rabu, 14 Agustus 2013

Let me Choosing...

haii.. 
Lama ngga ngeblog ya, bukan karena males ngeblog, otak emang lagi ngga ada isinya. 
Paling juga ngga ada yang baca. Ngenes.

Oke, Bulan Juli kemarin kita lewatin dengan bahagia. Dengan jomblo. (Mari kita ulangi dengan tegas) DENGAN (((JOMBLO))). Bahagia ? lumayanlah. Daripada tersiksa pacaran tapi kayak ngga punya pacar, so wasting time banget. Ahelah sok buleh mell.. (--")

---

Memasuki bulan Agustus dengan mempesona dan berwibawa...
Kali ini mau cerita tentang mempunyai pasangan yang lebih muda. Why ? karna emang lagi ngalaminnya.
Btw, puber kedua itu usia berapa ? gue kok bisa jatuh cinta lagi ya ? Bukan sama mas mas sih, atau setaun yang lebih muda, tapi ini 4 taun men lebih muda dia, (((4 TAUN)))...
Kalo boleh milih ya jatuh cintanya ngga sama dia, tapi yang mbikin perasaan siapa sih ? we never know...



Dia Cancer :)
Selain nyaman, dia emang ngga neko neko. At least, ngga kaya mantan, yang notabene punya tjewe tesebar seantero raya, dih banget..
Bukan mau bandingin, tapi mau gimana lagi yang namanya nyaman ngga mungkin kan bisa kebeli, bisanya dirasain. Dan sama dia, gue nyaman.
Ortu, temen, mantan gebetan, semua emang ngga setuju dan ngremehin gue sama dia, but I do what I wanna do, and I'll be show them my choice is not bad. Ngga ada yang salah sama pilihan lo sampe lo menyadari itu salah.
"Sayang ngga kenal agama, sayang ngga kenal rasis, sayang juga ngga kenal umur". Hidup kalian sekarang juga berada di pada pilihan yang kalian tentuin kemarin, gitu juga gue. As long as we enjoyed with our relationship, dont annoyinglah...
Mari kita hidup bahagia dengan tidak membabi buta memberikan judge pada mereka yang mempunyai pilihannya sendiri di masa kini. Karna apapun pilihan itu tujuannya untuk dijalani, dijadiin pembelajaran dan dibuat bekal di masa depan..

Entah...
I dunno what will happen, what we will doin, we just let it flow ... ((( LET IT FLOW )))

 :)

Udahan dulu ya, mau bikin kopi. bye~ 



Kamis, 27 Juni 2013

i love you but am letting go...



Hari ini kamu pergi..
Kembali ke habitatmu, kerumahmu, ke tempat asalmu..

---

Aku tahu, semua itu demi masa depanmu. Merengkuh cita-citamu. Yang sebenarnya melenceng dari apa yang kamu jalani. Aku bisa apa untukmu ? 

Mendoakanmu...
Berharap yang terbaik untukmu...
Dan harapan lebihku, agar kamu menjaga hatimu..

------
Tetapi aku menyerah...
Aku lelah...
Lelah dalam jarak menggila ini...
Lelah melawan emosiku...
Lelah untuk tidak melihat kamu disampingku.. .
Lelah melawan kecurigaanku terhadapmu...
Lelah terhadap perjuanganku untuk bertahan denganmu...
 .
Dan pada intinya, aku lelah mempertahankan ego kita...
Mempertahankan kenyataan yang tidak seperti harapanku...








Maaf ~

                   -----------------------


("dimanapun kamu saat ini, aku mngikhlaskanmu dan mendoakanmu dalam setiap sujudku")


Senin, 24 Juni 2013

the power of doa

Meeeeellll.. ini uda H-1 Meeeellll.. !! *jeritan dalam hati*

Gue : So what ? everything gonna be okay,darl.. ! *pukpuk dada sendiri*


Ngga ngerti apa yang mendasari gue untuk bilang semua-bakal-baik baik-aja. Yang jelas gue slalu memotivasi pikiran gue untuk stay calm and awesome. Oke, cukup. 


By the way, H-1 apaan sih ?

Hmm, gini.. jadi critanya gue besok mau maju ujian pendadaran, you know lah semacam buat dapetin gelar yang belum terlalu tinggi tapi usahanya cukup ngabisin otak, tenaga sama dompet (serius!). Dari mulai magang, sampe sampe TA (baca : Tugas Anjis) yang uda kelar itu perjuangannya... UEDAN ! tinggal besok penentuan lulus kagak, dapet gelar apa malah dapet malu (amit amit). Untuk TA yang notabene gue kerjain SENDIRI (harus bangga ngomongin ini) mau ngga mau besok diujiin di depan dosen.eeeeeerrrrr ..(--,)/||


Dengan judul TA yang mayan simpellah, harapan gue semoga besok ngga dihujani dengan pertanyaan yang nyeleneh dari dosen penguji. Gitu ajasih doanya. 

Ini ada sekilas penampakan TA gue yang masih mentah dan udah disaring ribuan kali (baca : revisi).





Gue berharap sih bulan kemarin udah kelar, karna selain gue uda kerja, rasa malas gue yang teramat besarlah yang membuat gue pengen cepet cepet ini semua dikelarin *sigh*. Dan besok hari itu tiba, hari dimana otak, tenaga, duit gue dipertaruhkan untuk mendapatkan gelar di akhir perkuliahan gue.


Harapan mahasiswa dengan otak yang pas-pasan untuk dapetin pembimbing dan penguji yang enak dan calm itu selalu ada. Tapi, tapi, tapi.. Tuhanlah yang selalu menentukan. Gue dapet penguji cewe, yang notabene beliau sangat amat teliti dan kritis *ngeeeek* (mampus ini, serius) dalam segala hal. Kok tau ? yataulaah, temen gue yang jadi anak bimbingannya bolak balik revisi mulu *dan guepun ngaca*.('-' )


Dan H-1 ini sudah belajar , Mell ? jelas sudah donk, walopun baru 2 paragraf dari 8 lembar materi ujian gue. haha haha  *dikeplak TA* . :|


Yang jelas disini gue cuma ngandalin "The Power of  Doa" dari orang tua, patjar (sudah punya donk gue, walopun balikan.. hehe hehe ), temen, dan siapapun yang gue minta doain buat pertempuran besok. Oh iya, tak lupa yang mampir baca tulisan ngehe gue ini juga dimohon doa seikhlas-ikhlasnya buat kelancaran gue. Karna kalo gue yang lulus kalian gue jamin bakal dapat pahala yang berlimpah ruah (ini doa gue ikhlas, men).


Sekian dulu nulisnya, nglanjutin blajar lagi ye..

Bye.. *ketjup basah dari gue* :* :*

Rabu, 05 Juni 2013

happy birthday my best wonder woman ever :)

Kali ini pengen cerita tentang ulang taun mama kemaren. Yang sebenernya biasa biasa aja, tapi sangat bermakna buat mama :)

Sebelumnya mau ngasih tau...

45 taun adalah umur mama 4 Juni 2013 kemarin. Sudah tidak muda lagi, tapi juga tidak tua. Fisik mama seperti wanita yang berumur 35 taun yang mempunyai anak 1. Tapi kenyatannya ada aku yang sudah berkepala dua dan adikku yang memasuki jenjang SMP. Sudah tidak muda lagi memang, tapi semangat mama melebihi semangatku dalam hal apapun seperti dalam hal bangun pagi, membersihkan rumah, memasak, dan bekerja. Bukan, bukan aku yang tipe pemalas, tetapi mama yang selalu melarang anaknya mengerjakan sesuatu yang menurutnya bisa dikerjakannya. Walaupun mama tipe mama cerewet tapi aku suka. Entah berapa kali aku harus menahan gondok gara gara dimarahi mama tapi aku bangga punya mama seperti mamaku. 

Kenapa mama terlihat muda untuk ibu umur 45 taun ? ya, karena hidup sehat adalah pilihan mama, mulai dari makanan sampai olahraga diatur benar oleh mama. Mungkin dari situ mama terlihat tampak 10 taun lebih muda dari usianya. Bukan karena pelembab atau lotion anti aging yang mahalnya selangit tapi karena pola hidup mama yang memang sehat dan sederhana. Sampai harus bekerja di dua tempat dengan menghabiskan waktu dari pagi sampai malam tanpa kenal lelah, belum lagi kerja sampingan mama sebagai instruktur senam yang sehari bisa di 4 tempat berbeda. Dan itu semua demi anak-anaknya.
How amazing my mom's you know ? :')

Entah mama sudah pernah merayakan ulang taun apa belum, tapi setauku dari aku lahir mama ngga pernah ngerayain ulang taun, sekecil apapun itu. Mungkin hanya doa dan syukur yang mama ucap di setiap hari penambahan umurnya. Ya, karena mama memang sederhana.



Dan kemarin aku kasih ini ke mama.


Mama kaget ? jelas. bahagia ? pastinya. Banyak harapan yang mama ucap dalam hati sebelum meniup lilin itu. kebahagiaan untuk anak anaknya, keluarganya, dan dirinya sendiri. 
Terima kasih mama.. :)


Am so thankful for everything you give me, my best wonder woman ever. Happy birthday mom, I love you so  <3 <3 <3


Jumat, 31 Mei 2013

dua kali malu sama dengan was you

Dua hari berturut-turut gue dapet kesialan terus, yang ntah dosa mantan gue atau dosa pacarnya mantan gue, yang jelas lumayan apesss...pfffttt. Jadi pertama kali kesialan terjadi itu kemarin, ya ngantor kayak biasa dan pake rok belahan belakang. Dari pagi sih normal-normal aja dan nyampe pada ketidaknormalan itu saat pulang kantor dan gue ngasih revisian Tugas Anjis (baca : TA) ke Bank dimana dulu gue magang. Turun dari motor sih fine aja, naik tangga masih fine, duduk dikursi tunggu juga fine, nah giliran gue mau bediri ada ada mbak mbak ngingetin gue ; "Mbak, roknya emang belahannya secelana dalem?" . Gue ; *muka pucet* ngg.. *ngliat kondisi belakang rok* dan FAK BANGET rok gue sobek merembet smpe batas pantat, anjis !! ngga ngerti mau nutupin muka apa rok dulu yang jelas langsung duduk lagi sebelum diliat orang lalu lalang di bank itu. Dem..
oke, calm down, tarik napas, tahan, gausa dihembusin biar mampus disitu skalian (yakale belum nikah gue -__- ). Sekarang mikirin gimana caranya kluar dari bank dengan kondisi rok sobek ga kira kira ini ? perlu gitu tanya solusi ke satpamnya ? apa mungkin ke HRDnya? baru mikir mau tanya solusi ke sapa, eh dipanggil sama karyawan kebetulan emang iseng sebut aja Pak X.

Pak X : "ngapain bengong disitu, sini.."
gue     : (dalem hati) bunuh gue pliss gausah nyuruh kesana, bunuh gue aja! *senyum kecut*
Pak X : "dipanggil kok diem aja mell, sini ngumpul sama yang lain"
gue     : "iya pak saya kesana" *tetep senyum kecut**mau berdiri*
Pak X : "loh, roknya sobek toh ?" (dengan suara nada do tinggi sampe 1 ruangan kantor tau!)
gue     : @#$%^&&*$#@ *senyum pait* (dalem hati) gue mau mati disini deh, serius T.T
Pak X : *ketawa ngakak* "kok bisa sobek mell?"
gue     : *muka merah padam* "ngg.. gatau pak, ngga kerasa tau tau sobek" *nyengir*
Pak X : "bhahhahaha, kebesaran badan itu" *tanpa muka berdosa dia ngomong begitu*
gue     : *nyengir* (dalem ati) nyebut semua isi binatang kecuali kucing, pamali. (pliss deh)
Pak X : "yauda buruan pulang, nanti masuk angin"
gue     : "iya pak" *tetep stay nyengir* (dalem ati) nyebut but but but mell..


                                                       ------ dan akhirnya----

gue jalan sampe parkiran dengan tas yang mau nggamau nutupin belahan rok sobek gue -_-
dengan sisa kemaluan yang gue punya, gue pulang kerumah.. :")

AND THEN. Masih ada hari ini, di siang ini, di mana banyak orang lagi. dan gue harus nyebut isi kebun binatang lagi, kcuali kucing lagi. ntah berapa kali tadi gue ngomong kata "lagi" yang jelas gue apes lagi -____-. naik tangga kantor normal, pas mau turun tangga (ntah karna belom bismillah apa gimana) keplesetlah gue ! daaaaaaaaaaaaaan hak sepatu gue copot satu ! panik ? iyalah -__- .
Banyak orang dan cuma bisa nyengir itu senjata ampuh buat nanggepin muka muka syok yang ngliat gue kepleset. pffftttt.. dan bodohnya gue hak yang satunya mau gue lepas disitu, dengan segala daya upaya akhirnya ngga berhasil nyopot hak satunya biar seimbang kalo jalan (masih dengan tatapan mbak mbak mas mas yang mlongo), kemudian ada salah satu yang bilang ; "di lem aja mbak, nggausah maksain diri nyopot satunya", gue ; *nyengir 3 jari*. Buru-buru naik keatas (kondisi nyeker tentunya) nyari lem. Di pikiran gue, ini bisanya dilem kalo ngga pake alteko ya kastol. Daaaaaaaaaan, alhamdulillahnya nemuin alteko di lemari meja kantor. bahagiak? banget. Mulailah gue menge-lem (bukan nge-fly lho ya :| ). Akhirnya sepatu gue bisa dipake. Dan gue bahagia. Udah gitu aja.



semoga yang ngalamin kejadian embarrassing kayak gue , dosanya berkurang ye :p
sekian curhat kesialan gue :))